Apakah Investasi Mampu Mendongkrak Ekonomi Indonesia? Berikut Penjelasannya

Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, saat ini pemerintah Indonesia terus berupaya semaksimal mungkin untuk meningkatkan roda perekonomian nasional dan menyejahterakan seluruh masyarakat Indonesia.

Sebagai informasi bahwa saat ini negara Indonesia juga telah mempunyai cita-cita untuk menjadi negara maju Indonesia Emas 2045.

Diketahui, untuk dapat menjadi negara maju, maka terdapat beberapa syarat yang harus dilalui, seperti pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan infrastruktur, peningkatan inovasi dan teknologi, perbaikan tata kelola pemerintahan, tingkat kemiskinan sangat rendah bahkan nihil.

Untuk dapat mencapai syarat-syarat tersebut, maka pemerintah melalui arahan Presiden Prabowo Subianto telah menerapkan sejumlah langkah yang strategi dan menggelar sejumlah program unggulan.

Pada beberapa pekan yang lalu, Presiden Prabowo Subianto juga telah resmi membentuk lembaga baru untuk mengelola keuangan negara Indonesia menjadi lebih baik lagi, lembaga tersebut dinamai dengan “Danantara”.

Danantara merupakan singkatan dari Daya Anagata Nusantara. Danantara mempunyai tugas dan peran utama dalam pengelolaan investasi Indonesia atau Badan Pengelola Investasi (BPI).

Presiden Prabowo Subianto berharap bahwa dengan adanya pembentukan Danantara ini, maka investasi di Indonesia dapat berkembang dengan sangat pesat, dan Indonesia dapat menjadi pusat investasi dunia yang menjanjikan dan berkelanjutan.

Presiden Prabowo Subianto juga yakin bahwa investasi adalah kegiatan yang sangat penting dan bermanfaat bagi suatu negara, dan investasi juga diyakini mampu mendongkrak perekonomian nasional.

Meskipun telah membentuk lembaga pengelola keuangan investasi, tetapi pada realitanya, saat ini negara Indonesia masih berada dalam kesenjangan antara kebutuhan investasi dan tabungan domestik, dan hal tersebut membuat kontribusi investasi asing semakin krusial dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Baru-baru ini, Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan, saat ini tabungan domestik masih belum mencukupi untuk mendongkrak investasi yang berperan sangat penting dalam meningkatkan perekonomian nasional, dan dalam ilmu ekonomi hal ini kerap disebut dengan saving-investment gap.

David Sumual menjelaskan bahwa saat ini pemerintah perlu menerapkan FDI [Foreign Direct Investment] dalam mengejar pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut David Sumual, peran investasi sangat penting dalam pertumbuhan ekonomi, hal ini dibuktikan dengan data kuartal ke II yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik, pertumbuhan ekonomi Indonesia telah mengalami peningkatan sebesar 5,12 persen secara tahunan (year on year/YoY).

 

Kerjasama Pemerintah dan Swasta

Daftar 11 Gedung Tertinggi di Indonesia, Mencakar Langit!

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh. Edy Mahmud mengatakan, adanya kerja sama antara pemerintah dan swasta sangat berperan penting dalam peningkatan investasi di Indonesia, kerja sama yang dimaksud ialah proyek strategis nasional 3 juta rumah dan pembangunan jalan tol Ruas Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat Sesi IV dan Japek II Selatan.

Selanjutnya, terdapat proyek MRT Fase II A di Jakarta, MRT Bali, Tanggul Laut Fase C di Jakarta, dan Terowongan Samarinda di Kalimantan Timur.

Dengan adanya proyek kerja sama antara pemerintah dan swasta maka para investor asing akan menilai bahwa negara Indonesia adalah negara yang hebat, bersih, dan berkelanjutan.

Alhasil, banyak investor asing yang tertarik untuk melakukan investasi dengan skala besar di Indonesia.

Saat ini juga telah terdapat beberapa perusahaan besar asal Amerika Serikat (AS) yang berkomitmen akan melakukan investasi di Indonesia dalam sektor energi dan teknologi.

Moh. Edy Mahmud juga menjelaskan, ekonomi Indonesia berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) pada triwulan II-2025 atas dasar harga berlaku sebesar Rp 5.947 triliun. Atas dasar harga konstan, nilainya mencapai Rp 3.396 triliun. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II-2025 bila dibandingkan triwulan II tahun 2024 atau secara year on year tumbuh sebesar 5,12 persen.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, saat ini pemerintah terus mengandalkan laporan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia, dan dalam laporan tersebut BPS menyebut bahwa perekonomian Indonesia menunjukkan grafik yang stabil bahkan cenderung naik setiap periodenya.

Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa isu tentang data BPS dimanipulasi menjadi bagus adalah isu yang hoax atau kabar yang tidak benar dari pihak yang tidak bertanggung jawab, karena pada dasarnya BPS bukan badan yang abal-abal, mereka menggunakan metodologi dan sumber informasi yang sangat akurat dan bekerja sama dengan pakar pengolahan data nasional.

Sri Mulyani Indrawati berkomitmen bahwa pihaknya akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk terus meningkatkan perekonomian nasional, dan menggelar program yang bermanfaat untuk kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia.

Related posts